“Prolog” Jebakan Pesan Berantai

 

Sebagai dampak kemajuan teknologi yang sangat pesat, arus informasi berkembang dengan cepat tanpa ada tembok pembatas sehingga para siswa (konseli) membutuhkan bantuan dari konselor dalam filter informasi dari teknologi dan media informasi. Agar Pendidikan indonesia dapat mempersiapkan insan dan sumber daya manusia Indonesia yang bermutu. Hal ini termaktub dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003

“Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Globalisasi disebabkan oleh kemajuan berpikir dan kesadaran manusia akan diri dan dunianya sebagai contohnya kemajuan teknologi internet dan mobile phone (ponsel). Dengan begitu manusia dengan sadar akan kebutuhan informasi yang cepat, sehingga semakin maju teknologi yang dikembangkan maka menciptakan layanan informasi ikut tumbuh dengan pesat. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media informasi mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media informasi juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita. Sebagai konselor tidak ada pilihan lain, kecuali menyesuaikan diri dengan ledakan teknologi informasi dan komunikasi yang ada saat ini.

 

Penyesataan Informasi

Pemanfaatan Teknologi Informasi, media, dan komunikasi telah mengubah baik perilaku masyarakat maupun peradaban manusia secara global. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah pula menyebabkan hubungan dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung demikian cepat.

Teknologi Informasi saat ini menjadi pedang bermata dua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan, dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif penyesatan informasi. Dalam hal ini Pemerintah RI telah membuat Undang-undang No 11 Tahun 2008 ITE:

Pasal 35

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

Pasal 51

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Pemberitaan atau informasi yang tersebar di media darling(online) tidak semuanya valid, bahkan banyak berita atau informasi yang menyesatkan. Banyaknya penyebaran informasi tersebut biasanya bersumber dari blog-blog atau akun-akun yang tidak jelas kemudian dibagikan melalui media sosial, namun tidak sedikit situs-situs berita nasional-pun pernah memberitakan kabar bohong.

Untuk itulah dibutuhkan kepribadian seorang konselor terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang senantiasa meningkatkan kualitas kompetensinya. Thohari Musnamar dan Tim (Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihasan, 2009: 45) menyatakan sifat kepribadian konselor yang baik, yaitu: (a) sidiq, mencintai dan membenarkan kebenaran, (b) amanah, bisa dipercaya, (c) tabligh, mau menyampaikan apa yang layak disampaikan, (d) fatonah, cerdas atau berpengetahuan, (e) mukhlis, ikhlas, dalam menjalankan tugas, (f) sabar, artinya ulet, tabah, tidak mudah putus asa, tidak mudah marah, dan mau mendengarkan keluh kesah klien(konseli) dengan penuh perhatian, (g) tawadlu, rendah hati atau tidak sombong, (h) saleh, artinya mencintai, melakukan, membina, dan meyokong kebaikan, (i) adil, mampu mendudukan persoalan secara proporsial, dan (j) mampu mengendalikan diri, menjaga kehormatan diri dan klien(konseli). Dalam bukunya Suyanto dan Asep Jihad (2013 :175-190) menambahkan pelatih, konselor, pengajar/pendidik harus segera menyesuaikan diri dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan memperbaruhi bahkan mengoreksi pengetahuan dan ketrampilan di setiap waktu dan ruang.

bersambung,…

Bukan surat terbuka?

Beberapa hari terakhir membaca surat terbuka dari salah satu PB PGRI, meskipun saya guru (hanya sebagai anggota PGRI yang punya KTA) memahaminya kok ada yang terasa “aneh”.

Yang diungkapkan beliau tentang tugas utama seorang guru dengan acuan UUGD Tahun 2005 pasal 1. Beliau permasalahkan perkataan salah satu pejabat Kemendiknas yang menyebutkan “guru wajib meneliti” di sebuah media online. Pejabat tersebut mengatakan demikian karena berdasarkan peraturan tentang pangkat dan angka kredit pegawai. Sehingga beliau langsung menyatakan sikap melalui SURAT TERBUKA (silahkan googling aja)

Akan lebih terlihat aneh atau lucu saya katakan adalah pernyataan Peraturan tersebut harus diubah karena tidak sesuai dengan keadaan para guru dibeberapa daerah. Mengapa saya katakan lucu karena aturan tersebut ditanda tangani tahun 2009 sedangkan surat terbukanya baru beberapa hari lalu?

Angka kredit untuk kenaikan pangkat seorang PNS memang terasa amat sangat ribet, to me. Dalam peraturan yang ditanda tangani kepala BKN dan Menteri Pendidikan tersebut menyatakan setiap PNS wajib memperoleh nilai kredit yang telah ditetapkan dimana salah satunya menyebutkan Guru harus membuat karya ilmiah yang wajib dipublikasikan di jurnal nasional untuk pangkat atau golongan tertentu. Bukankah sudah banyak pelatihan dan workshop mengenai penulisan karya ilmiah, Bapak? Namun ada pertanyaan yang masih bisa diperdebatkan yaitu “Apakah selama tahun 2009-2015 aturan tersebut belum disosialisaikan atau hanya “sesuatu”? Mestinya setelah aturan itu ditetapkan Bapak selaku PB PGRI sudah menyatakan sikap tapi kenapa baru sekarang, Bapak?

Saya tulis ini hanya sebatas memahami dan bertanya tentang surat terbuka tersebut dan tidak bermaksud menjawabnya, karena bukan ditujukan ke saya suratnya.

Bambang Haris Setyawan

Guru biasa

entahlah,….

Selama kemarin masih berlalu waktu
kerdil kan mengais jepretan air mata
menepis keringat melempar bosan
kedatangan itupun lebur menepi jurang

di pinggir jalanan masih terpampang
slogan pembodohan atas nama karya seni
seperti air seni mencari tempat untuk menepi

setelah selesai kepuasan terasa
sesaat itu saja
ah…

Pandang mimpi dalam berharap
atau angan itu hanya sebentar saja
untuk sepintas pandang

SARI-WANGI LARAS-LIRIS 07

ini adalah naskah pertunjukan yang kami TEATER TALI tampilkan dalam acara perpisahan SMA PERSATUAN, maaf mungkin tidak sesuai dengan kaidah penulisan naskah drama namun saya hanya berusaha menulis skripnya saja dan yang jelas penampilan di lapangan banyak improvisasi pemain di panggung, selamat menikmati…….

Dalang:

Assalamualaikum, Good morning ladies and gentleman. Here, Iam as Mastres of Ceremony would like to perfom actually do you understand? penonton maaf yaa…sekali lagi saya mengucapkan maaf atas kelancangan saya, sebenarnya saya gak mau muncul duluan seperti teman-teman saya, maklum dunia seni tidak punya peminat apalagi dunia pertunjukan telah dimonopoli oleh punjabi grup itu kalao diteve sehingga sang sutradara sangat-sangat terpaksa nunjuk saya sebagai pemandu bapak-bapak, ibi-ibu dan kawan-kawan, bahasa kerennya saya adalah Dalang tapi bukan dalang kerusuhan sebentar…sebentar… kalau saya tidak salah ini kedungpring, apa betul begitu penonton? oya perkenalkan nama saya cukup singkat yaitu Nyi bodo binti atang,…..

Penonton, apakah anda tahu mengapa ada ungkapan “Pendidikan Seumur Hayat”? Adalah pendidikan tiada akhir tanpa batas dengan berkiblat agama umat manusia akan menemukan kebahagiaan selamanya. Bapak-ibu, mas-mbak hari ini bukan akhir dari pendidikan namun saat ini adalah awal dari sebuah perubahan kehidupan menuju kemenangan bangsa Indonesia dengan bangsa lain, sebagai contoh Negara Malaysia belajar dari kita dulu kenyataan sekarang kita hanya sebagai buruh-nya,

Baiklah, bersandar pada pendidikan seumur hidup maka saya dipaksa sutradara mengantarkan cerita kepada anda selaku penikmat seni. TEATER TALI tampilkan adalah sebuah sejarah telah menulis sebuah legenda daerah kita dengan bumbu-bumbu perjuangan, pengorbanan dan percintaan insan manusia namun sayang sejarah itu berubah mengikuti umur manusia yang selalu berkembang mengikuti zamannya, Dongeng Laras-Liris/Sari-Wangi dalam perjalanan menempuh pendidikan seumur hidup meski keluar dari pakem sutradara kami berfatwa siapapun penguasanya dialah yang pegang kendali bukan begitu penonton? Bapak-ibu, mas-mbak ini hanya sepengal tontonan dengan berharap menjadi tuntunan bagi anda meski kami masih terlalu hijau sehingga saya sebagai juru dongeng ingatkan “Don’t judge the book from its cover”  maka perkenankanlah saya penguasa cerita ini mempersembahkan legenda LAMONGAN dengan judul LARAS-LIRIS #7.

(ruangbesarkursimejadanlainnyasepertiruangtamu)

wiro:

assalamualaikum,

Ibu:

waalaikumsalam,

wiro:

ah … terlalu panas hari ini, presentasi gagal investor pada lari semua udah takut kalo-kalo ada bom! ini khan Lamongan gak mungkin tho para penamam modal berani ngasih duit cuma disini kan, sarang teroris betul tho penonton? cuma dulu emang tapi itu dulu!

Ibu:

halah buruh tani ae kok ngomong mu dhuwur tenan tho, hei iki ceritane awak dewe wong kediri igak wong lamongan lali opo pancen ?

wiro:

eh iyo lali aku……..hehehehe

……suamiku tapi kok tidak seperti biasanya kang mas ngrudel kayak hari ini apa gerangan yang menyelimuti kakanda, suamiku?

wiro:

Tidak ada yang membuatku merasa kegelisahan yang mendalam, adimas yang tersayang, hanya ada sedikit resah ini begitu mebuat kanda em. . . em. . .itu anu . . .anu . ..

Ibu:

anu kanda, bermasalah atau itu anda sakit atau kanda mau nikah lagi? ibu rela kok namun perlu dicatat kanda! wanita itu adalah pilihan ibu! bagaimana? beginilah penonton, laki-laki selalu mencari barang baru katanya biar ada variasi gitu lho? Meski agama tidak melarang tapi…….hiks….hiks…

wiro:

ha …ha…haa, capek deh, ada-ada saja kamu, memang sih ibu udah kewut tapi soal servis masih bisa diandalin cooy, tak percaya coba dulu, yuk!

anak kita ibu,itu lho…si wangi dan sari udah gede udah saatnya berkeluarga apa ibu lupa dengan komitmen kita.

ibu:

opo maneh iku komitmen seng biasa ae lho pakne?….penonton inilah orang gatek alias gagap teknologi dan komunikasi, kang ini jaman udah modern, ati kang mas pancen oleh surga tapi kok yo masih ada otak konvensional, gak signifikan tidak ada itu. tidak ada!

wiro:

oaalah,ibu ngomong opo sekolah mung nyapek SMA ae kok dukur tenan sajake koyo wis tau makan sekolahan….eling…..eling ibu kewajiban ortu itukan ada tiga pertama memberi nama yang baik, dua memberi ilmu yang bermanfaat dan ketiga menikahkan anaknya. lha nomer siji karo loro lak uwis tho tinggal rabine? piye opo kuwe gak pingin putu deloken tonggo-tonggo wis ngece awakmu dik

Ibu:

kang, meski ibu sekolah mung SMA jare wong pinter koyo bapak lan ibu sing ngajar nang PERSATUAN iku sing penting  JIWA LOKAL OTAK GLOBAL… kang iki wis gak jamane Siti Nurbaya bukan jaman pemaksaan hak asasi manusia utowo HAM itu bisa dijatuhi hukuman pidana kalo gak percaya tanya pak purnomo, bukan begitu pak pur? kang apa jenengan udah ngomong ama mereka?

wiro:

wis . . . pusing aku, malah ngajak gegeran

Ibu:

lha sing mulai sopo? jenengan tho?

wiro:

wis. . . wis. . .gak usah mbahas HAM utawa lokal atau interlokal ae, kaya telepon aja… udah panggil sari karo wangi kono!

Ibu

sari……sari ……. wangi …… wangi ….. sini pangil papi nih! gpl cpt

wiro:

dik, gpl karo cpt iku panganan opo tho?

Ibu

haaa..haaaa….ooalllah jare bupati, direktur ini direktur itu mosok kok gedang guodok, jaka sembung bawa pedang!

wiro

opo maneh……?

Ibu

Mangkane kang ojo ita-itu ae! gerang kok guooblok gak nyambung kang! GPL iku ngono GAK PAKE LAMA LHA NEK CPT IKU CEPAT ngono kang. Gaul thitik po’o!

Wiro:

Aku ngene amergo awakmu dik..dik!

wis ….uwis…..cepet! gak pake lama! gitu aja kok repot! capek deh!

Ibu:

sari……sari ……. wangi …… wangi ….. sek kang tak SMSno dhisik paling-paling putrimu nang stadion nonton PERSELA Vs PERSIK.

 Dalang:

Wah…. Penonton ngene uwong tuwo saiki podo sibuk karepe dewe. Podo lali nek duwe anak wis gede. Penonton ….penonton eling-eling anak iku mung titipan ojo dihianati amanatNya, Opo pantes ditiru pak-ibu karo anake kok gak diopeni untung anake sampeyan podo sekolah nang kene diopeni tenan. Gak percoyo tho takokno pak Arifin! Ealah kok nglantur adoh soko ceritane iki gak mari-mari iso-iso disobek-sobek sutradara wis ……wis dilanjut ya, Kembali ke………

sari+wangi:

what’s up dad, mum! some thing trouble?

IBU

ngene nduk papimu ono rempelu karo kowe kabeh

kang:

ngene nduk kowe lak wis gede lulus sekolah SMA tho? lha bapak-ibu kok pingin gendong putu tho

SAri:

ortuku yang caem-caem but katrok! Apa? kawin emoooohh!

Wiro:

opo awakmu gak kasihan bopo lan ibu lak wis kewut nduk ooallah nduk..nduk

wangi:

emoooh pokoke aku emoh titik

Sari:

iyo emoh sekali emooooh tetep emoh! Aku isik pingin sekolah

Wiro:

opo sekolah, nduk kowe iku wedok sekolah duwur-duwur yo isik tetep nang pawon wis tha lah ojo ngeyel! Pokok’e Sesok minggu ono tamu agung mrene. Kowe kudu nang omah macak sing puuuantes wis

Sari:

tidak papi ini jaman reformasi bukan jamannya papi lan mami ini tahun 2007 aku pingin sekolah

Wangi:

dad, ini bukan zaman Siti Nurbaya sekarang jamane Siti Sugeng Rahayu! Tidak dad ….tidak jangan paksa kami! Jangan

Wiro:

ngerti opo kowe?

kalian adalah anak, aku iki orang tuamu, anak harus nurut. kalo orang tua udah gak dituruti kowe nurut karo sopo? arep dadi opo?

Ibu:

Nduk karep’e papi iku yo becik ini semua demi masa depanmu uripmu mesti mulyo omah limo, motor songo

Emoh mum, aku emoh aku pingin sekolah TITIK

Kurang ajar. Brengkel kowe Kowe wani-wani wong tuwo yo? Anak durhaka……………………………………………………………

Dalang:

Mas, mbak sampeyan kabeh mosok podo arep rabi mari sekolah SMA, yo dipikir maneh tho! Wis tho terusno sekolah’e! gak duwe bondo ojo kuatir takon pak Harto sekolah sing gak usah bondo akeh nek sampeyan niat ono Beasiswa. Ya khan pak?

Akhirnya Sari dan Wangi minggat untuk menuntut ilmu demi masa depan mereka. mereka pergi ke famili di kota SURABAYA, dilalah karepe’ GUSTI ALLAH arek loro kuwi Sari karo Wangi klebu SPMB di UNIVERSITAS TERNAMA, namun ada kejadian yang tak sepatutnya

Wangi:

Mbak liat thu orang apa? kok ndeso wis ngono cilgak-clunguk paling urung tau nang kuto?

Sari

Ya, paling-paling kesasar, samperin yuk!

Wangi:

Dha lapo arek koyo ngono ae!

Sari:

Udahlah, kita kerjain aja mereka biar tau rasa nang kuto itu kejam.

Liris:

Maaf saya ngak sengaja, maaf …….. lho kita satu fakultas dari SMA mana mbak ……

Wangi:

Hei cah ndeso kalo jalan pake mata, udah sana gak level tau!

Liris:

Maaf kami ini memang ndeso laras kakak saya kalo aku liris dari SMA persatuan kedungpring Lamongan, mbak-mbak kost disini?

Sari:

Jangan panggil mbaklah kaya dah tua cukup Sari dan Wangi aja enggak kami ikut pakde deket sini kok gang depan situ ada bangjo sampeyan kiri ae nomer limo. Kalo sampeyan

Laras

Eh udah dulu ya …… tadi aku da janji ama teman-teman

Wangi

Mas. …….mas….kost atau kontrak

Liris:

Gampang besok kita ketemu aja ndek kamu

Dalang:

Benih-benih cinta pun mulai tumbuh seiring berjalannya waktu diantara mereka, air mata, tawa, sedih telah menghampiri jalinan asmara mereka, manusia hanya merencanakan tuhan yang menentukanNya. takdir berbicara lain adalah hal wajar mboten ngoten penonton?

maaf sekian dulu penampilan kami untuk kelanjutan ceritanya akan ditampilkan tahun depan, terima kasih……….THE END

Berjanji satu

kita ada aku, kamu, dia, kalian dan mereka

kami adalah satu

satu berjanji satu

dalam bakti

Jangan kau lepas

sabar, terimalah

entar pasti mengerti

karena sekarang kita belajar

menyapa, mengenal lalu mencinta

hingga kita tutup mata lantang berucap:

”Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan”

Adalah realisasi nyata sejalan dengan berbagai teori merupakan KEUTAMAANNYA

08 Januari 2008

Hanya 6 jam 20 menit sehari!

Sebuah persiapan untuk mewujudkan keberhasilan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dimulai hari pertama masuk sekolah hingga hari terakhir Ujian Nasional, yaitu kesempatan. Perlu sobat ketahui para bijak pernah mengatakan “kesempatan sama halnya dengan waktu, ia datang dan tidak bisa kembali terulang”. Karena waktu tidak bisa diputar ulang atau mundur meski hanya sedetik. Sebuah pepatah bijak “Time is Learning”, waktu adalah belajar.  Dalam hadistpun Nabi Muhammad bersabda:

“Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu.” (HR. Ath-Thabrani)
Tidaklah sebentar belajar waktu 3 tahun yang harus dilalui para sobat untuk menyiapkan diri demi masa depan. “saya ndak punya waktu untuk mengerjakan PR karena harus membantu ortu” mungkin salah satu pernyataan populer dari ratusan alasan para sobat. Seberapa lama sobat harus kejakan

Seberapa lama sobat harus kejakan untuk membantu ortu? Sedikit wacana seberapa lama waktu yang tersedia dalam sehari secara rata-rata. Hal ini memerlukan sedikit perhitungan sederhana, sobat udah ngerti dalam sehari tersedia 24 jam sedangkan rata-rata kita berada di sekolah  + 5,5 jam antara 07.00-12.30 lalu pulang tidur siang sekitar 2 jam, mandi kurang lebih 15 menit jika dalam sehari dua kali maka mandi sehari sekitar 30 menit sholat 5 waktu sekitar 50 menit jika setiap sholat membutuhkan waktu 10 menit. Setiap makan sekitar 5 menit kita makan tiga kali sehari sehingga waktu yang digunakan 15 menit untuk makan sedangkan kita tidur + 8 jam. Jadi kebutuhan waktu yang diperlukan dalam sehari sekitar 17 jam 05 menit, sehingga waktu tersisa sekitar 6 jam 55 menit.

Dengan penjabaran berikut:

No Aktivitas Rutin Waktu
1 Sholat (5 Waktu)

± @ 10 Menit X 5 waktu

50 menit
2 Sekolah

07:00 s/d 12:30

5 jam 30 menit
3 Makan (pagi,siang,malam)

± 5 menit X 3 kali

15 menit
4 Istrirahat (tidur siang)

± 2 jam

2 jam
5 Mandi

± 15 menit X 2 kali

30 menit
6 Tidur

± 8 jam

8 jam
jumlah 17 jam 05 menit

 

Jadi 24 jam – 17 jam 05 menit = 6 jam 55 menit. Perlu sobat menghitung dengan pendekatan waktu terkecil yang kita kenal akrab, yaitu membulatkannya dalam bentuk detik, karena kita hidup selalu harus bermakna disetiap tindakan sekecil apapun tindakan kita atas ridho Allah.  Sehingga akan kita dapati penjabaran waktu seperti dibawah ini:    

 

No Nama Waktu Jumlah Waktu (detik)
1 1 Menit (60 detik) 60
2 1 Jam (60 menit) 60 X 60 = 3600
3 1 Hari  (24 jam) 3600 X 24 = 86400
4 1 Bulan ( 30 bulan) 86400 X 30 = 2592000
5 1 Tahun (12 bulan) 2592000 X 12 = 31104000

Maka dari perhitungan tersebut, waktu yang tersedia adalah 6 jam 55 menit, maka:

6 jam         =          3600 X 6         = 21600 detik

55 menit    =          60 X 55           =   3300 detik

21600 +3300    = 24800 detik

Jika sobat membaca 1 kata setiap detiknya maka dalam satu jam anda memperoleh 3600 kata, apabila sehari sobat tentu mendapatkan 86400 kata sama dengan membaca sebuah novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman Saerozi setebal 314 halaman, namun 6 jam 55 menit atau sekitar 24900 kata yang dibaca dalam sehari jika kita mengacu pada perhitungan sederhana. Sobat telah membaca 747000 kata dalam sebulan maka 8964000 kata dalam setahun atau sama dengan sobat telah berjalan sepanjang 125496000 cm atau 125,496 Km jika setiap kata sama dengan selembar uang seribu (14 cm) yang berderet satu persatu, bisakah anda bayangkan?

2008

 

 

 

sekedar lewat

DI SEBUAH RUMAH TERJADI PERDEBATAN TENTANG PENDIDIKAN ATAU SEKOLAH UNTUK ANAK-ANAK MEREKA, NAMUN KEINGINAN ORANG TUA TIDAK SEJALAN DENGAN KEMAUAN ANAKNYA

_________________________________________________________________

Irma:

ngene Cong, Nduk, tinimbang kowe ora ngalor ora ngidul ora ngetan ora ngulon, papimu ono rempelu karo kowe kabeh

Haris:

Darso-Lina, kowe lak wis gede lulus sekolah SMP tho? Ora usah nerusno sekolahmu, bapak lan ibumu wis gak kuat biayai. Aku wis pegel nyekolahno awakmu kabeh,

mosok diluk-diluk mbayar mbayar kok diluk-diluk

Lina:

ortuku yang caem-caem but katrok! Apa? Gak sekolah, emoooohh!

Irma:

opo awakmu gak kasihan bopo lan ibu lak wis kewut nduk, wis tha sesuk paklekmu teko kowe kabeh meluo kerjo ya!

Lina:

emoooh pokoke aku emoh titik, Aku isik pingin sekolah. Aku pingin sekolah nang SMA Persatuan Kedungpring, jare tonggo-tonggo nang Persatuan masalah biaya gampang gak usah kuatir.

Darso:

SMA PERSATUAN KEDUNGPRING-LAMONGAN itu lembaga pendidikan yang lengkap, dinamis, demokratis, bermoral dan berdaya saing tinggi, Tur gak diluk-diluk mbayar.

NARATOR

Benar, SMA PERSATUAN KEDUNGPRING-LAMONGAN MEMPUNYAI VISI “terwujudnya lembaga pendidikan yang lengkap, dinamis, demokratis, bermoral dan berdaya saing tinggi.

IRMA:

iyo wis yen pilihanmu sekolah nang SMA Persatuan Kedungpring, bapa lan ibu setuju, amergo nang kono kowe bakal diopeni tenanan koyo mas lan mbak-mbakmu biyen kae, kapan kowe daftar? ndang gageo mrono!

NARATOR:

Tempat pendaftaran di kantor SMA PERSATUAN KEDUNGPRING-LAMONGAN jalan basuki rahmat 17-19 telp (0322) 451805. Waktu pendaftaran sewaktu-waktu ditutup.

INGAT KELAS TERBATAS

______________________________________________________________________

ini hanya teks iklan biasa (2007) yang saya tulis sendiri meski ada pihak lain mengklaim karya oknum tersebut, memang bukan karya yang fenomenal apalagi sesuai dengan kaidah penulisan iklan tapi ini kerja keraskku.